Hati-Hati! Pemerintah Arab Saudi Bakal Mendeportasi Siapa pun yang Wajahnya Tampan Maksimal 🔥

NEGARA Islam Arab Saudi acap kali menuai polemik dunia dengan peraturannya yang “nyeleneh”. Belum lama ini, peraturan perempuan tidak boleh mengendarai motor pun keluar. Tapi, setelah peraturan itu ditegakkan, banyak protes berdatangan. Alhasil, peraturan pun dicabut!

Tak hanya menyoal hak perempuan, negara ini juga pernah menuai kontroversi terkait aturan yang menyudutkan laki-laki, khususnya yang berwajah tampan maksimal.

Arab Saudi pernah mendeportasi tiga pria asal negaranya sendiri dengan alasan yang bisa bikin dahi Anda mengkerut, terlalu tampan! Bagaimana bisa, sesuatu yang bukan dibuat-buat yang notabene pemberian Tuhan kemudian menjadi perdebatan aturan negara?

Dilansir dari Boldsky, Selasa (10/10/2017), aturan tersebut muncul dengan alasan menjaga agar perempuan tidak “jajan mata”. Maksudnya adalah dengan ketampanan yang dimiliki tiga pria tersebut, dikhawatirkan perempuan Arab Saudi akan terkena imbas dosa mata. Makanya, pria yang terlalu tampan itu pun “dienyahkan” dari tanah airnya sendiri.

Salah satu dari mereka adalah Omar Borkan Al Gala.

Omar Borkan Al Gala dianggap pria paling tampan di Arab Saudi. Menurut laporan media setempat, Omar dideportasi dari Arab Saudi karena dia dinyatakan ‘terlalu tampan’ bagi negara tersebut. Dengan mata yang indah, tulang pipi yang sempurna, dan penampilan yang rapi, cukup jelas untuk akhirnya pemerintah Arab Saudi menyatakan orang ini sebagai pria paling tampan. Dampaknya, dideportasi!

Perlu Anda ketahui, selain tampan, ternyata Omar Borkan lihai dalam menyairkan bait-bait indah, fotografer, dan seorang aktor.

Pihak berwenang yang memutuskan untuk mendeportasi Omar mengatakan bahwa dia benar-benar orang yang sangat tampan. Al Gala dengan senang hati menjadi sensasi semalam saat dunia yakin, dia adalah salah satu pria tampan dan terseksi yang pernah hidup!

Sementara itu, menurut laporan yang diterbitkan, Omar Borkan, bersama dua orang lainnya, dikeluarkan dari festival Riyadh oleh seorang polisi agama. Apa kesalahan mereka? Pejabat Arab Saudi mengatakan mereka terlalu tampan untuk negaranya!

Menurut aturan polisi agama, ada peraturan pemerintah yang ketat yang diperkenalkan untuk interaksi antara pria dan wanita di Kerajaan Islam. Setelah mengusir mereka, polisi mendeportasi trio tersebut kembali ke Abu Dhabi, sehingga wanita Arab Saudi tidak jatuh cinta. Waduh segitunya, lho!

Tapi, kalau Anda ingin tahu kehidupan sehari-hari Omar, di sebagian besar foto yang berada di media sosialnya, Anda akan menemukan Omar mengenakan eyeliner hitam, mengisap tembakau, dan berpose sopan untuk foto candid.

Meskipun dikonfirmasi bahwa Omar adalah salah satu di antara orang-orang yang dideportasi dari Dubai, di Facebooknya pada hari yang sama, dia menulis, ‘Keindahan seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah jalan menuju ke hatinya, tempat cinta berada.”

Kembali, bicara mengenai kasus Omar, pejabat UEA merilis sebuah pernyataan yang menyebutkan tentang keprihatinan mereka dengan artis wanita Arab Saudi yang belum menikah di festival keagamaan Riyadh. Untuk menjaga situasi tetap terkendali dan mengikuti peraturan, mereka memutuskan untuk mendeportasi Oman.

Ketika menyangkut peraturan UEA, kebijakan tersebut sangat ketat dengan kebijakan komunikasi mereka. Wanita Arab Saudi tidak diizinkan untuk berbicara dengan pria yang bukan pasangannya. Yang perlu digarisbawahi, negara ini sangat konservatif dalam hal kebebasan warga perempuan mereka.

Baca Sumbernya