Rusia Dag Dig Dug ada isis 🔥

RMOL. Meski di Irak dan Suriah sudah lemah, ISIS rupanya belum benar-benar habis. Kelompok radikal itu menebar ancaman bakal meneror ajang Piala Dunia 2018. Rusia, yang menjadi tuan rumah ajang sepak bola akbar empat tahunan ini pun dag dig dug. Ancaman ISIS dikemukakan lewat poster yang disebarkan melalui Yayasan Media Wafa, media propaganda kelompok itu. Poster itu memuat gambar bintang sepak bola Argentina Lionel Messi. Dilansir dari The Sun, kemarin, Messi digambarkan terkurung di balik terali besi dengan seragam penjara bertuliskan namanya di bagian dada. Yang mengerikan, mata kiri pemain klub sepak bola Barcelona ini mengeluarkan airmata darah. Poster itu dilengkapi kata-kata “Just Terorism” dengan kalimat gertakan yang berbunyi; “Kalian memerangi negara yang tak mengenal kata gagal dalam kamusnya”.

Selain itu, muncul juga poster mengerikan lainnya yang memperlihatkan seorang teroris dengan senjata api dan bahan peledak di dekat Stadion sepak bola di Rusia dengan tulisan: “Saya bersumpah bahwa api mujahidin akan membakar Anda. Tunggu saja”.

Sementara poster lain berisi gambar gedung pencakar langit di New York, One Broadway Plaza dan seorang pria bersenjata bertuliskan: “Segera. Hanya teror. Jadi hukuman dari serangan Anda akan dibayar di tanah Anda.”

ISIS juga sudah menggertak dengan menyebarkan logo Piala Dunia 2018 yang sudah diedit. Dalam gambar itu, seorang pria berbalaclava alias mengenakan penutup muka memegang sepucuk senapan serbu. Dia seolah berdiri di depan Volgograd Arena, sebuah stadion sepak bola di wilayah selatan Rusia. Dalam gambar itu juga ada bendera ISIS berwarna hitam dan bom yang tengah tersulut. Kemudian, ditulis; “Tunggu Kami” dalam bahasa Arab.

Pekan sebelumnya, ISIS juga merilis foto propaganda yang menampilkan foto Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin yang dipenuhi lubang peluru.

Pihak berwenang di Rusia langsung menanggapi ancaman ISIS ini dengan serius. Soalnya, beberapa wilayah di Rusia memang penuh dengan orang yang sangat fanatik dengan ISIS. Selama ini banyak warga Rusia dan bekas Uni Soviet, terutama dari wilayah-wilayah di Asia Tengah, pergi ke Irak dan Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

Sejumlah pakar meyakini tak kurang dari 2.400 warga Rusia dan negara-negara bekas Uni Soviet bergabung dengan ISIS hanya sepanjang 2015.

Rusia juga pernah mendapat serangan April lalu. 14 orang tewas ketika sebuah bom meledak di sebuah kereta bawah tanah yang penuh sesak di St Petersburg.

ISIS mengklaim ledakan bom itu merupakan balasan serangan udara Rusia di Suriah. Rusia memang dikenal sebagai sekutu utama Presiden Suriah Bashar al-Assad. Sementara Selasa (24/10) lalu, Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu menyatakan saat ini ISIS hanya tinggal menguasai setidaknya lima persen wilayah di Suriah. Dia menyebut, berkurangnya wilayah yang dikuasai tidak lepas dari operasi yang dilakukan oleh Angkatan Udara Rusia di Suriah.

“Saat ini, ISIS hanya mengendalikan kurang dari lima persen wilayah Suriah. Sebelum Angkatan Udara Udara Rusia, lebih dari 70 persen wilayah Suriah berada di bawah kendali ISIS,” kata Shoigu seperti dilansir Sputnik. Menurutnya, Moskow saat ini tengah fokus untuk mengembalikan perdamaian di Suriah. Sebanyak 998 kota, dan permukiman telah dibebaskan. Wilayah yang dibebaskan adalah 503 ribu 223 kilometer persegi. Sebagian besar militan dieliminasi. Proses pemulihan perdamaian di negara ini telah dimulai sejak awal operasi Angkatan Udara Rusia, sejak 2015 dan sebanyak 1,12 juta orang telah kembali ke rumah mereka.

Dia kemudian mengatakan, operasi yang dilancarkan Rusia di Suriah juga telah memotong aliran dana ISIS, yang sebagian besar di dapat dari penjualan minyak secara ilegal. “Dukungan keuangan terhadap ISIS saat ini dari wilayah Suriah telah hampir berhenti,” tandasnya.

Piala Dunia 2018 akan digelar di 11 kota Rusia pada 14 Juni hingga 15 Juli 2018, dengan babak final akan digelar di Stadion Luzhniki, Moskwa. Ratusan ribu penggemar sepak bola diperkirakan bakal berduyun-duyun ke Rusia untuk menyaksikan pertandingan yang dimulai pada 14 Juni

Baca sumbernya